Jika cinta adalah permata

Kucoba menjadi sinarnya

Jika cinta adalah mutiara

Kucoba menjadi kerangnya

Jika cinta adalah matahari

Kucoba menjadi planet yang mengitarinya

 

Matamu berbicara melalui hatiku

Seakan ingin mengucapkan, “Mengapa?”

Aku tak dapat menangkap itu

Tapi, hanya satu yang kucari

Melalui tatapan matamu

Dan itu kutemukan di akhir pertemuan

 

Kehidupan yang kita jalani

Kenangan yang bersemayam di hati

Kebersamaan yang mengikat diri

Hilang oleh jarak dan waktu

Kuingin kembali menikmatinya

Sekalipun tak mampu mengembalikannya

 

Yang aku harapkan

Kita dapat menemukan

Sebuah bunga di taman

Yang dahulu,

Kitalah yang menanamnya…

Yogyakarta, Maret 2008

"Untuk ‘Maria’ yang merindukan seorang ‘Fahri’.. saat itu pasti hadir, insya Allah.."

4 Responses to “Sebuah Bunga di Taman”
  1. heleh..heleh..heleh…

  2. aQ m ifa ngakak ngbacanaa.. kye ms kris ki cinta lover dueh..

  3. Maksute cinta lover tu apa? :)
    Hehe.. Ifa sampe sms ke HaPe,
    dia bilang:

    “Emangnya seafood..”, hehe..

    *emang* :P

  4. Ooo, ini to puisi yang diributin sama ifa, about seafood or whatever it is. Lumayan, kuliah sastra saja, Anda berbakat menjadi pujangga religi, it’s like Jallaluddin Rumi…

Leave a Reply